Kalau pertama kali makan di Jepang, mungkin kamu akan mengalami hal yang sama seperti banyak orang Indonesia. Saat suapan pertama masuk ke mulut, yang muncul bukan rasa pedas atau gurih yang kuat, tetapi rasa yang jauh lebih lembut. Bahkan tidak sedikit yang langsung berkata kalau makanan Jepang hambar.
Padahal, sebenarnya bukan karena bumbunya kurang. Lidah kita saja yang sejak kecil sudah terbiasa dengan masakan yang kaya rempah, cabai, dan berbagai bumbu beraroma tajam. Karena itulah cita rasa kuliner Jepang sering terasa sangat berbeda saat pertama kali dicoba.
Beda Lidah Indonesia dan Jepang Pengaruhi Makanannya!
Coba bayangkan semangkuk soto, rendang, atau ayam penyet. Sebelum dimakan saja, aroma bawang, cabai, dan rempahnya sudah terasa kuat.
Di Jepang justru kebalikannya. Banyak masakan hanya dibumbui secukupnya sehingga rasa ikannya, sayurnya, atau dagingnya tetap menjadi pemeran utama. Jepang juga punya rempah, tapi biasanya lebih ringan sensasinya. Buat lidah orang Indonesia, sensasi ini sering terasa seperti ada sesuatu yang kurang nendang, padahal memang seperti itulah karakter cita rasa kuliner Jepang.
Hidangan Jepang Fokus pada Rasa Asli Bahan Makanan
Orang Jepang percaya bahwa bahan makanan yang segar tidak perlu ditutupi oleh terlalu banyak bumbu. Karena itu, ikan, tahu, sayuran, hingga daging biasanya dimasak dengan cara sederhana agar rasa alaminya tetap terasa. Saat menggigit sepotong ikan panggang misalnya, yang lebih dulu muncul adalah rasa ikannya, bukan rasa bumbu.
Filosofi inilah yang membuat banyak orang menganggap makanan Jepang hambar, padahal yang ditonjolkan sebenarnya adalah kualitas bahan makanannya.
Kuliner Jepang Tetap Gurih Walaupun Tidak Banyak Rempah
Meski terlihat sederhana, bukan berarti masakan Jepang tidak memiliki rasa. Banyak hidangan menggunakan dashi, yaitu kaldu tradisional dari kombu dan serutan ikan cakalang kering. Kaldu ini menghasilkan rasa umami yang gurih, tetapi tidak sekuat bumbu pada masakan Indonesia.
Kalau sup Indonesia terasa kaya rempah, kuah Jepang justru lebih ringan, bening, tetapi meninggalkan rasa gurih yang perlahan terasa di lidah.
Banyak WNI Lama-Lama Justru Ketagihan
Menariknya, banyak WNI mengaku berubah setelah beberapa bulan tinggal di Jepang. Lidah mulai terbiasa dengan rasa yang lebih ringan, bahkan ada yang merasa makanan Indonesia justru terlalu kuat saat kembali pulang. Mereka mulai bisa menikmati manis alami sayuran, gurihnya ikan, atau hangatnya semangkuk sup miso tanpa harus ditambah sambal.
Jadi, kalau nanti kamu merasa makanan Jepang hambar saat pertama kali mencobanya, jangan buru-buru menyimpulkan rasanya tidak enak. Bisa jadi, lidahmu hanya sedang beradaptasi dengan cita rasa kuliner Jepang yang memang lebih mengutamakan kesegaran bahan dibanding banyaknya bumbu.
Kredit Gambar: Ogulcan Ercal/Unsplash




