Efek kesehatan onsen Jepang sering menjadi alasan wisatawan ingin mencoba pemandian air panas saat berkunjung ke Negeri Sakura. Berendam di air hangat setelah seharian bekerja atau berjalan-jalan memang terasa menyenangkan, apalagi jika dilakukan sambil menikmati pemandangan alam khas Jepang.
Namun, manfaat onsen ternyata tidak selalu sebesar yang sering dibicarakan. Ada manfaat yang memang memiliki dasar ilmiah, tetapi ada juga klaim kesehatan yang perlu diperiksa kembali.
Efek Kesehatan Onsen Jepang yang Memang Masuk Akal
Berendam di air panas membuat tubuh mengalami respons terhadap suhu. Pembuluh darah di kulit dapat melebar dan aliran darah perifer meningkat, sementara tubuh juga mengalami peningkatan denyut jantung.
Efek tersebut membuat tubuh terasa hangat dan lebih rileks. Penelitian mengenai perendaman air panas juga menunjukkan adanya perubahan pada beberapa indikator kardiovaskular setelah berendam.
Selain itu, aktivitas berendam dapat membantu mengurangi ketegangan setelah menjalani aktivitas. Karena itu, menjadikan onsen untuk relaksasi dan wisata memang cukup masuk akal.
Namun, efek tersebut tidak berarti onsen dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Manfaatnya juga dapat berbeda tergantung suhu air, lama berendam, kondisi tubuh, dan karakteristik sumber air.
Benarkah Onsen Bisa Membuat Kulit Lebih Halus?
Salah satu klaim yang sering muncul adalah kemampuan air panas alami untuk membuat kulit menjadi lebih lembut.
Ada dasar untuk klaim tersebut, terutama karena air dapat meningkatkan hidrasi kulit untuk sementara. Beberapa penelitian mengenai air mineral termal juga menemukan potensi manfaat terhadap fungsi pelindung kulit dan kondisi kulit tertentu.
Namun, jangan langsung menganggap semua onsen memiliki efek yang sama. Kandungan mineral setiap sumber air berbeda, sementara penelitian mengenai terapi air mineral juga masih memiliki keterbatasan.
Jadi, jika kulit terasa lebih lembut setelah berendam, hal tersebut bukan sesuatu yang aneh. Tetapi mengatakan bahwa onsen pasti bisa memperbaiki semua masalah kulit tentu sudah terlalu jauh.
Waspada dengan Klaim Kesehatan yang Berlebihan
Masalahnya muncul ketika manfaat relaksasi kemudian berkembang menjadi berbagai klaim kesehatan yang jauh lebih besar.
Japan Fair Trade Commission atau JFTC pernah menyoroti cara sejumlah fasilitas mempromosikan sumber air panas. Salah satunya berkaitan dengan penggunaan klaim seperti “100% natural hot spring” ketika air ternyata mengalami proses seperti pemanasan, penambahan air, filtrasi, atau sirkulasi.
JFTC bahkan pernah memberikan peringatan kepada pengelola fasilitas pemandian di Fukuoka yang mempromosikan penggunaan air panas alami, padahal air yang digunakan ternyata berasal dari air sumur yang dipanaskan.
Karena itu, overclaim efek kesehatan onsen memang perlu diwaspadai. Klaim seperti meningkatkan testosteron, memperkuat ereksi, atau meningkatkan stamina seksual pria tidak bisa dianggap benar hanya karena seseorang merasa lebih segar setelah berendam.
Efek hangat dan relaksasi memang nyata. Tetapi itu berbeda dengan bukti bahwa onsen dapat meningkatkan fungsi seksual secara langsung.
Jadi, Seberapa Besar Manfaat Onsen?
Pada akhirnya, efek kesehatan onsen Jepang lebih tepat dipahami sebagai manfaat pendukung untuk tubuh dan pikiran, bukan sebagai pengobatan ajaib.
Berendam dapat membantu tubuh terasa lebih rileks, memberikan sensasi nyaman, dan memengaruhi sirkulasi untuk sementara. Beberapa penelitian juga menunjukkan potensi manfaat air mineral termal terhadap kondisi kulit dan keluhan tertentu pada tubuh, tetapi kekuatan buktinya tidak selalu sama.
Jadi ketika berkunjung ke Jepang, tidak perlu mencari onsen yang menjanjikan terlalu banyak khasiat. Nikmati pengalaman berendam, beristirahat, dan merasakan salah satu budaya Jepang yang sudah berlangsung lama.
Efek kesehatan onsen Jepang memang ada, tetapi memahami batas manfaatnya akan membuat pengalaman menikmati onsen menjadi lebih aman dan tidak menyesatkan.
Kredit Gambar: /Magnific.com




