Festival Musim Panas Jepang yang Wajib Masuk Daftar Wisata Ada Banyak, Apa Aja Tuh?

Festival Musim Panas Jepang yang Wajib Masuk Daftar Wisata Ada Banyak, Apa Aja Tuh?

Baru tahu kalau festival musim panas Jepang ada banyak bisa di coba! Festival musim panas Jepang bisa menjadi kesempatan untuk melihat masyarakat lokal berkumpul, menikmati makanan khas, memakai yukata dan menyaksikan tradisi yang sudah berlangsung selama puluhan bahkan ratusan tahun.

Beberapa festival bahkan memiliki sejarah yang sangat panjang. Jadi, kalau tahun ini belum sempat datang, kamu bisa mulai memasukkannya ke rencana perjalanan tahun depan.

1. Festival Sumida River Fireworks

Kalau ingin melihat sisi musim panas Tokyo yang ramai, Sumida River Fireworks Festival bisa menjadi pilihan menarik.

Festival ini memiliki sejarah panjang sejak tradisi Ryogoku no Kawabiraki pada zaman Edo. Sekarang, acara tersebut menjadi salah satu pertunjukan kembang api terkenal di Tokyo.

Pada 2026, sekitar 20.000 kembang api diluncurkan dari dua lokasi di sepanjang Sungai Sumida. Pertunjukan berlangsung sekitar 90 menit dan menarik banyak penonton.

Keunggulannya adalah lokasinya. Kamu bisa menikmati kembang api sekaligus merasakan suasana Asakusa dan kawasan sekitar Tokyo Skytree.

Kalau sedang mencari rekomendasi festival saat musim panas yang bisa dimasukkan ke rencana perjalanan Tokyo, acara ini menarik untuk dipertimbangkan.

2. Festival Gion Matsuri

Berbeda dari kembang api, Gion Matsuri menawarkan pengalaman yang lebih tradisional. Festival ini berlangsung sepanjang Juli dengan berbagai rangkaian acara. Salah satu yang paling terkenal adalah prosesi Yamahoko Junko pada 17 dan 24 Juli.

Kendaraan hias besar bernama yamaboko akan diarak melewati jalanan Kyoto. Ukurannya besar dan dekorasinya sangat detail sehingga prosesi ini terasa seperti melihat sejarah berjalan di tengah kota.

Keunggulan Gion Matsuri adalah kekuatan tradisinya. Festival ini bukan sekadar hiburan wisatawan, tetapi bagian dari budaya masyarakat Kyoto yang terus dipertahankan.

Bagi WNI yang ingin memahami budaya Jepang lebih dekat, acara ini bisa menjadi pengalaman yang sangat berkesan.

3. Festival Mitama Matsuri

Masih di Tokyo, ada Mitama Matsuri yang berlangsung di Yasukuni Shrine setiap pertengahan Juli. Salah satu pemandangan yang membuat acara ini menarik adalah ribuan lentera yang menghiasi area kuil. Yasukuni Shrine menyebut sekitar 30.000 lentera dipasang selama acara.

Suasananya berbeda dari pertunjukan kembang api. Pada malam hari, cahaya lentera membuat area kuil terasa sangat khas dan memberikan pengalaman wisata festival Jepang yang berbeda.

Kamu juga tidak wajib memakai kimono atau yukata. Kalau ingin menggunakannya tentu boleh, tetapi pakaian tradisional bukan syarat untuk datang.

4. Festival Doyo no Ushi no Hi

Festival yang terakhir sedikit berbeda karena konsepnya lebih sering dirayakan secara individu atau kecil-kecilan. Doyo no Ushi no Hi sebenarnya bukan festival besar seperti Gion Matsuri yang tadi di bahas. Ini merupakan tradisi dalam kalender Jepang yang terkenal karena masyarakat mengonsumsi unagi pada musim panas.

Tradisi tersebut menarik bagi WNI karena memperlihatkan bagaimana masyarakat Jepang memiliki kebiasaan kuliner yang berkaitan dengan musim. Jadi, festival ini dilakukan dengan makan unagi bersama di rumah dengan keluarga ataupun di restoran.

Pada 2026, Natsu no Doyo no Ushi no Hi jatuh pada 26 Juli. Tanggalnya dapat berbeda setiap tahun karena mengikuti kalender. Jadi, kalau tahun ini belum sempat datang, tidak masalah. Keempat acara tersebut menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari kembang api, arak-arakan tradisional, lentera hingga tradisi kuliner.

Mulai siapkan rencana dari sekarang supaya tahun depan kamu bisa merasakan langsung meriahnya festival musim panas Jepang!

Kredit Gambar: S C/Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 KAMPUNGJEPANG.COM