日本をもっと近くに Japan stories for Indonesia Edisi terbaru
Jelajahi Kampung Jepang
Artikel terbaru Budaya Lifestyle Kuliner Travel Pop Culture Fenomena Jepang Teknologi Tentang Kami Masuk Member
Berita Jepang KJ JOURNAL · 2026

Topan Dujuan di Jepang Bergerak Menjauh, Sayangnya Banjir dan Longsor Masih Terjadi!

Topan Dujuan di Jepang mulai menjauh tapi meninggalkan kerusakan, banjir dan longsor di banyak area Kanto dan Chiba.
STORY21
Topan Dujuan di Jepang

Topan Dujuan di Jepang mulai menjauh dari wilayah kepulauan Jepang pada Selasa, 22 September 2026. Namun, bukan berarti kondisi langsung kembali normal karena hujan deras sebelum...

Topan Dujuan di Jepang mulai menjauh dari wilayah kepulauan Jepang pada Selasa, 22 September 2026. Namun, bukan berarti kondisi langsung kembali normal karena hujan deras sebelumnya telah menyebabkan banjir, longsor, pemadaman listrik, dan gangguan transportasi di sejumlah wilayah.

Pada Senin, 21 September, badai membawa hujan sangat deras ke wilayah timur Jepang. Di Kepulauan Izu, curah hujan bahkan mencapai lebih dari 600 mm dalam 24 jam dan memicu peringatan tertinggi terkait bahaya longsor.

Topan Dujuan di Jepang Mulai Menjauh

Pada Selasa pagi, pusat badai sudah bergerak ke timur laut di lepas pantai Jepang. Weathernews mencatat pada pukul 06.00 bahwa Dujuan berada di sebelah timur Jepang dan bergerak menjauh dengan kecepatan sekitar 45 km/jam.

Wilayah daratan Jepang juga mulai keluar dari area angin kencang. Artinya, kondisi cuaca ekstrem akibat langsung dari topan mulai membaik dibandingkan sehari sebelumnya.

Namun, masyarakat belum bisa langsung menganggap keadaan aman. Hujan yang sudah turun dalam jumlah sangat besar membuat tanah menjadi jenuh dan meningkatkan risiko longsor.

Pemerintah Prefektur Chiba masih meminta masyarakat mewaspadai longsor, banjir di daerah rendah, serta kenaikan dan luapan sungai hingga Selasa siang.

Banjir dan Longsor Masih Menjadi Ancaman

Dampak hujan deras terlihat di sejumlah wilayah Kanto dan Chiba. Jalan-jalan tergenang, sementara beberapa wilayah mengalami longsor yang berdampak pada rumah dan infrastruktur.

Nih, ada liputan media Jepang yang menggambarkan kondisi area Kanto dan Chiba pada 21 September lalu:

Di Kanagawa, pemerintah daerah melaporkan satu orang meninggal, empat orang masih hilang, dua bangunan hancur total, serta beberapa lokasi mengalami longsor dan kerusakan jalan.

Sementara di Chiba, laporan terbaru menyebut beberapa wilayah masih berada dalam status Level 5, “kinkyū anzen kakuho” atau jaminan keselamatan darurat, termasuk sebagian wilayah Sakura, Sodegaura, dan Otaki. Puluhan hingga ratusan rumah juga dilaporkan mengalami genangan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa banjir di area Kanto dan Chiba belum sepenuhnya selesai meskipun pusat topan sudah bergerak menjauh.

Transportasi dan Listrik Belum Sepenuhnya Normal

Badai juga meninggalkan masalah pada transportasi. JR East masih menghentikan sejumlah perjalanan di Chiba pada 22 September. Jalur seperti Uchibo Line dan Kururi Line bahkan dijadwalkan tidak beroperasi sepanjang hari, sementara beberapa jalur lain mengalami penghentian akibat banjir sungai atau material longsor yang masuk ke jalur kereta.

Gangguan listrik juga cukup besar. Pada puncaknya, lebih dari 56.000 rumah di Chiba dan sekitar 62.000 rumah di wilayah layanan Tokyo Electric Power mengalami pemadaman.

Jadi, ketika hujan mulai berhenti, pekerjaan belum selesai. Pemerintah dan perusahaan transportasi masih harus membersihkan lumpur, memeriksa jalur, memperbaiki fasilitas, dan memastikan kondisi kembali aman.

Apakah Kondisinya Akan Segera Membaik?

Ada tanda positif. Dujuan sudah bergerak menjauh dari Jepang dan kekuatan badai mulai menurun. Dengan tidak adanya pusat topan yang terus memberikan hujan deras ke daratan, kondisi cuaca secara umum diperkirakan semakin membaik.

Namun, proses pemulihan tidak secepat perubahan cuaca. Wilayah yang menerima hujan ekstrem tetap berisiko mengalami longsor atau banjir susulan. Bahkan setelah hujan berhenti, tanah yang sudah jenuh air dapat bergerak ketika ada tambahan hujan atau ketika struktur tanah kehilangan kestabilannya.

Karena itu, warga di daerah terdampak masih perlu mengikuti informasi pemerintah daerah dan kondisi transportasi sebelum bepergian.

Untuk sementara, kondisi badai Jepang terkini memang menunjukkan arah yang lebih baik dibanding 21 September. Namun, bagi wilayah yang terdampak paling parah, 22 September bukan sekadar hari setelah badai, melainkan awal dari proses pemulihan.

Topan Dujuan di Jepang mulai menjauh, tetapi dampak  banjir, longsor, kerusakan fasilitas, dan gangguan transportasinya masih dirasakan masyarakat hingga 22 September 2026.

TOPIK ARTIKEL
A
Tentang penulis

Andreas Kurniyadi

Penulis Kampung Jepang yang membahas budaya, gaya hidup, tren, dan sisi menarik kehidupan Jepang.

Semua tulisan penulis
SEARCH / 検索

Cari sesuatu tentang Jepang.

Budaya, makanan, perjalanan, kehidupan sehari-hari, atau fenomena yang sedang ramai.