Aturan tidak tertulis cosplay di Jepang mungkin menjadi hal yang tidak pernah terpikirkan ketika kamu ingin cosplay saat berkunjung ke Jepang. Kamu mungkin sudah menyiapkan kostum, wig, makeup, hingga properti karakter, tetapi apakah kamu sudah tahu bagaimana cara membawanya di ruang publik?
Menariknya, tidak semua hal tentang cosplay di Jepang berupa aturan hukum. Sebagian merupakan peraturan dari penyelenggara event, sementara sebagian lainnya berkembang menjadi kebiasaan dan etika yang sebaiknya dipahami oleh setiap cosplayer.
Bagi WNI yang baru pertama kali cosplay di Jepang, memahami hal-hal kecil ini bisa membuat pengalaman jauh lebih nyaman.
Jangan Langsung Cosplay dari Rumah
Ini mungkin menjadi hal pertama yang membuat cosplayer asing kaget. Di banyak event, peserta tidak diperbolehkan berangkat dari rumah atau hotel dengan kostum cosplay. Mereka biasanya datang menggunakan pakaian biasa, membawa kostum dalam koper, lalu berganti di ruang ganti yang disediakan.
Comiket, misalnya, secara tegas melarang peserta datang atau pulang dari venue dalam keadaan cosplay. Peserta juga diarahkan untuk berganti pakaian di fasilitas yang telah disediakan.
Jadi, kalau melihat cosplayer Jepang membawa koper besar, jangan langsung mengira mereka sedang pindahan. Bisa jadi isinya wig, kostum, sepatu, makeup, hingga berbagai properti karakter.
Jangan Ganti Kostum di Toilet
Toilet bukan ruang ganti cosplay. Beberapa penyelenggara event secara tegas melarang peserta berganti pakaian atau melakukan makeup di toilet dan fasilitas umum. Comiket, misalnya, memiliki aturan khusus mengenai hal ini.
Karena itu, manfaatkan ruang ganti resmi yang tersedia. Kalau hanya ingin memperbaiki wig atau makeup, cari area yang memang diperbolehkan. Jangan berpikir, “Sebentar saja, tidak akan ada yang tahu.”
Tidak Semua Tempat Boleh Digunakan untuk Cosplay
Datang ke acara khusus cosplay di Jepang bukan berarti seluruh area di sekitar venue otomatis menjadi tempat cosplay.
Beberapa event memiliki area yang boleh digunakan untuk cosplay dan area yang harus tetap digunakan seperti biasa. Bahkan ada tempat tertentu seperti toko atau fasilitas umum yang tidak boleh dimasuki ketika masih menggunakan kostum.
Karena itu, jangan menganggap tiket event memberikan kebebasan untuk berfoto di mana saja. Perhatikan tanda, petunjuk petugas, dan aturan venue sebelum mencari lokasi foto.
Foto Cosplayer Harus Minta Izin
Melihat cosplayer dengan kostum keren memang membuat tangan ingin langsung mengambil kamera.
Namun, jangan langsung memotret. Comiket dan AnimeJapan sama-sama memiliki aturan mengenai permintaan izin sebelum mengambil foto. Pemotretan dari sudut yang tidak diharapkan atau tindakan yang membuat cosplayer tidak nyaman juga dapat dilarang.
Kebiasaan sederhananya adalah:
· Lihat, dekati dengan sopan, lalu minta izin untuk bisa foto.
· Kalau ditolak, terima saja.
· Jangan memaksa dengan alasan kostumnya bagus.
· Hindari kontak fisik dengan cosplayer
Jangan Menyentuh Kostum Sembarangan
Kostum cosplay mungkin terlihat seperti pakaian biasa. Namun, pembuatannya bisa membutuhkan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari.
Karena itu, jangan memegang wig, armor, aksesori, pedang, atau bagian kostum orang lain tanpa izin. World Cosplay Summit juga memiliki aturan mengenai kontak fisik saat melakukan sesi foto.
Kalau ingin melihat atau menyentuh properti lebih dekat, tanyakan terlebih dahulu. Kalimat sederhana seperti 「触ってもいいですか?」(sawatte mo ii desu ka?) berarti “Boleh saya menyentuhnya?”
Hal kecil seperti ini justru menggambarkan norma dan kebiasaan cosplay khusus Jepang yang perlu dipahami oleh cosplayer asing.
Properti Besar Bukan Berarti Bebas Dibawa
Pedang, tongkat, sayap, armor, dan berbagai properti memang menjadi bagian menarik dari cosplay. Namun, semakin besar properti yang dibawa, semakin besar pula tanggung jawab pemiliknya.
Beberapa event memiliki aturan mengenai ukuran, bentuk, cara membawa, hingga penggunaan properti yang menyerupai senjata. World Cosplay Summit dan AnimeJapan sama-sama memberikan batasan tertentu demi keselamatan dan kenyamanan pengunjung.
Ketika berjalan di tempat ramai, prinsipnya sederhana: jangan sampai properti cosplay mengganggu orang lain.
Jangan Menghalangi Jalan Demi Foto
Menemukan spot bagus memang menyenangkan. Namun, jangan sampai satu sesi foto membuat jalan dipenuhi cosplayer dan fotografer. Area publik tetap digunakan oleh pengunjung lain yang mungkin tidak mengikuti event.
Karena itu, pilih lokasi yang memang diperbolehkan dan segera berpindah setelah sesi foto selesai jika area mulai ramai. Cosplay bukan berarti mendapatkan ruang publik untuk diri sendiri.
Setiap Event Bisa Punya Aturan Berbeda
Ini yang tidak boleh dilupakan. Ada event yang melarang peserta datang menggunakan cosplay. Ada yang memperbolehkan dengan kendaraan pribadi. Ada pula event yang menyediakan area cosplay khusus dengan aturan berbeda mengenai fotografi dan properti.
Jadi, jangan hanya mengandalkan pengalaman cosplayer lain. Sebelum datang, baca aturan resmi event dan venue. Peraturan tahun lalu juga belum tentu sama dengan peraturan tahun ini.
Cosplay Bukan Hanya Soal Kostum
Pada akhirnya, aturan tidak tertulis cosplay di Jepang sebenarnya bisa dirangkum dalam satu prinsip sederhana: nikmati karakter yang kamu sukai, tetapi jangan membuat orang lain terganggu karena karaktermu.
Di Jepang, cosplay melibatkan banyak orang. Ada cosplayer, fotografer, pengunjung, petugas, pemilik toko, pengguna transportasi, hingga masyarakat yang mungkin sama sekali tidak mengikuti dunia anime.
Karena itu, menjadi cosplayer yang baik bukan hanya tentang seberapa mirip kostummu dengan karakter asli, tetapi juga tentang bagaimana kamu menghormati tempat, orang lain, dan komunitas yang sedang kamu datangi.
Dengan memahami aturan tidak tertulis cosplay di Jepang, pengalaman cosplay di Jepang bisa menjadi jauh lebih menyenangkan tanpa membuat orang lain merasa terganggu.