Kalau membayangkan festival Jepang, mungkin yang muncul adalah yukata, kembang api, atau parade tradisional. Namun, Festival Yosakoi di Kochi Jepang punya suasana yang berbeda. Jalanan kota berubah menjadi panggung besar yang dipenuhi musik, kostum warna-warni, dan sekitar 18.000 penari.
Festival Yosakoi 2026 saat ini memasuki puncak pelaksanaan pada 10 dan 11 Agustus, setelah acara pembukaan pada 9 Agustus. Tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-73.
Sebenarnya Apa Itu Festival Yosakoi?
Yosakoi merupakan festival tari yang pertama kali digelar di Kochi pada 1954. Saat itu, festival dibuat untuk membangkitkan semangat masyarakat sekaligus membantu menggerakkan perekonomian daerah setelah masa sulit.
Hal menariknya adalah kebebasan setiap kelompok dalam membuat pertunjukan. Para penari menggunakan naruko, alat musik kayu kecil yang menghasilkan bunyi khas ketika digerakkan.
Musiknya juga tidak harus terdengar tradisional. Berbagai kelompok bisa menggabungkan musik Jepang dengan jazz, rock, samba, hingga gaya modern lainnya, selama tetap mengikuti unsur dasar Yosakoi.
Berikut tampilan kemeriahan Festival Yosakoi yang diadakan tahun 2026 kali ini:
18.000 Penari Memenuhi Kota Kochi dan Partisipasi di Festival Yosakoi
Tahun 2026, sebanyak 197 tim ikut berpartisipasi dengan total sekitar 18.000 penari. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan 2025 yang diikuti 188 tim dengan sekitar 18.000 penari.
Menariknya, peserta dari luar Prefektur Kochi mencapai 72 tim, termasuk dua tim dari luar Jepang. Bahkan tahun ini terdapat tim dari Indonesia yang untuk pertama kalinya ikut tampil.
Inilah yang membuat Yosakoi layak disebut sebagai festival dengan banyak penari di Jepang. Pertunjukan tidak hanya berlangsung di satu panggung, tetapi tersebar di berbagai lokasi di pusat Kota Kochi.
Apakah Festival Ini Ramai Wisatawan?
Jawabannya, sangat ramai. Data dari JNTO menyebut Yosakoi secara keseluruhan dapat menarik sekitar 900.000 penonton selama rangkaian festival empat hari. Sumber pariwisata Kochi bahkan menyebut jumlah pengunjung dapat mendekati satu juta orang.
Pada 2025, keramaian juga sudah terlihat sejak hari pertama. Laporan Nippon TV menyebut banyak penonton berkumpul di sekitar lokasi pertunjukan dekat Stasiun Kochi. Bisa dibilang, acara ini disukai banyak wisatawan juga!
Karena itu, jangan membayangkan festival ini seperti pertunjukan yang penontonnya hanya duduk menunggu. Suasananya jauh lebih hidup karena penari bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain dan jalanan kota ikut menjadi bagian dari festival.
Acara 2026 Lebih Besar Dari Tahun Sebelumnya!
Jika dibandingkan dengan 2025, perubahan terbesar terlihat pada jumlah tim. Dari 188 tim menjadi 197 tim, sementara jumlah penarinya tetap berada di sekitar 18.000 orang. Tahun ini juga ada kolaborasi baru dengan THE ALFEE serta kehadiran tim internasional dari Indonesia.
Namun, inti festival tetap sama. Naruko, musik, kostum, tarian, dan semangat membuat Kota Kochi hidup selama musim panas masih menjadi daya tarik utamanya.
Bagi wisatawan yang ingin melihat sisi Jepang yang lebih energik dan berbeda dari festival tradisional pada umumnya, Festival Yosakoi di Kochi Jepang bisa menjadi salah satu festival menarik di Jepang yang layak masuk daftar perjalanan.
Kredit Gambar: Ramon Buçard/Unsplash




